Seorang engineer atau
insinyur tidak dapat menghindari suatu masalah yang ditimbulkan oleh curah hujan dan
limpasan yang terjadi olehnya. Beberapa upaya dan usaha umat manusia pada
zaman dahulu terus fokus menghadapi permasalahan yang kompleks berkaitan
dengan kekuatan alam dalam bentuk air. Pada sebagian sejarah umat manusia,
para insinyur dan para pendahulu kita mereka menangani masalah air dengan
memanfaatkan berbagai upaya dan solusi seperti aturan praktis agar
permasalahan yang dihadapi mendapatkan keberhasilan. Hanya saja belakangan ini
upaya- upaya yang dilakukan ini diambil melalui aturan dan formula kuantitatif
yang sistematis.
Pada kesempatan ini kita coba untuk mencari tahu perjalanan yang singkat
melalui salah satu cabang ilmu Teknik sipil yaitu bidang teknik hidrolika dan
hidrologi. Disni kita akan melihat berbagai aspek manajemen air limpasan dan
meninjau beberapa desain Teknik di dalamnya.
Sejarah Hidrolika
Jika dilihat dari sejarahnya, sejarah teknik pengairan tercatat bahwa pada
zaman dahulu, Orang-orang pertama kali mulai memanfaatkan air dalam skala
besar adalah adanya tuntutan terhadap kebutuhan air irigasi di masyarakat yang
memang menggantungkan hidupnya secara ekonomi dan pemenuhan kebutuhannya pada
bidang pertanian atau disebut masyarakat agraris.
Proyek irigasi pertama dalam skala besar yang tercatat dan diketahui dilakukan
di Mesir kala itu pada sekitar lima ribu tahun yang lalu. Kemudian pada zaman
berikutnya, banyak proyek air lainnya yang bermunculan di seperti contohnya di
Mediterarania timur di Asia Barat. Proyek-proyeknya ini termasuk bendungan,
kanal, saluran air dan system saluran pembuangan. Selain itu penyaluran air
melalui pipa dikembangkan juga pada zama dahulu juga. Di Cina penyaluran air
melalui pipa memanfaatkan bambu digunakan pada masa awal 2500 SM dan Romawi
menggunakan pipa timah dan perunggu pada tahun 200 SM.
Patut diakui bahwa kehebatan dan kejeniusan orang-orang Romawi sebagai
insinyur banyak ditunjukkan dalam sistem hidrolika mereka. Banyak dari
saluran air di Romawi telah bertahan selama ribuan tahun, inilah yang
menjadi sebuah bukti keajaiban teknik Romawi.
|
Aqua Virgo Aqua Virgo memiliki tempat penting dalam sejarah
Romawi, sebagai salah satu saluran air pertama yang mengalirkan air
ke kota Roma. Awalnya dibangun pada tahun 19 SM oleh Marcus Agrippa
pada masa pemerintahan Kaisar Augustus.
|
|
Pont du Gard
Pont du Gard yang menakjubkan adalah salah satu saluran air yang
paling terpelihara pada zaman Romawi, dan dibangun pada abad
pertama Masehi. Dulunya merupakan sumber air sepanjang 50
kilometer untuk koloni Romawi kuno Nemausus
|
Orang-orang Yunani meskipun bukanlah seorang insinyur seperti orang Romawi
tetap memberikan kontribusi yang berpengaruh terhadap teori-teori hidrolika
saat ini. Archimedes telah dianggap sebagai orang berpengaruh untuk
hidrolika berdasarkan karya-karya ilmiah yang sesungguhnya. Pada sekitar 250
SM, ia menerbitkan sebuah karya tertulis tentang hidrostatika yang dikenal
The laws of buoyancy (Archimedes Principle) atau suatu benda yang dicelupkan ke dalam fluida mengalami gaya apung
yang besarnya sama dengan gaya gravitasi pada fluida yang dipindahkan.
Sehingga dia mendapat julakan Bapak Hidrostatika.
Selama periode pada 500 SM sampai pada abad pertengahan, sistem irigasi dan
penyediaan air dibangun juga dipelihara di berbagai lokasi seperti Cina,
Kekaisaran Romawi dan Amerika Utara. Rekayasa semacam itu dirancang dan
dibangun oleh insinyur menggunakan aturan praktis, terlepas dari karya
Archimedes, konsep yang diterapkan masih belum memahami konsep kecepatan dan
baru pada tahun 1500 M hubungan antara curah hujan dan aliran sungai menjadi
salah satu konsep yang dianggap serius.
Pada ketika Kekaisaran Romawi mulai menurun, banyak kemajuan yang dibuat
selama periode masa Yunani-Romawi terlupakan, barulah pada
Renaisans
atau kurun waktu dari abad ke-14 sampai abad ke-17 Masehi dalam sejarah
Eropa. Dimana Kurun waktu ini merupakan masa peralihan dari Abad Pertengahan
Akhir ke Zaman Modern. Renaisans bermula seusai Krisis Abad Pertengahan
Akhir, dan berkaitan dengan perubahan sosial besar-besaran. Pada periode
inilah hidrolika dikembangkan menjadi bagian dari bidang keilmuan.
Upaya pertama pada pengetahuan teknik terpadu adalah pendirian
Ecole des Ponts et Chaussées
pada tahun 1760 di Paris. Pada tahun 1738,
Daniel Bernoulli
menerbitkan persamaan Bernoulli yang terkenal, merumuskan kekekalan energi
dalam hidrolika. Selama abad kedelapan belas dan kesembilan belas, disebut
sebagai periode klasik hidrolika, kemajuan dalam teknik hidrolik meletakkan
dasar bagi perkembangan lebih lanjut di abad kedua puluh.
Namun, hingga tahun 1850, desain teknik masih berlandaskan pada aturan
praktis yang dikembangkan melalui pengalaman dan ditekankan dengan faktor
keamanan bebas. Sejak saat itu, pemanfaatan teori ini telah meningkat jauh
lebih cepat. Saat ini, sebagian perhitungan yang cermat merupakan bagian
integral dari sebagian besar desain proyek. Tercermin dalam salah satu dari
banyak percobaan hidrolik yang dilakukan di Lowell, Massachusetts, pada
pertengahan 1800-an yang memberikan kontribusi besar dalam bidang teknik
hidrolika.
Sejarah Hidrologi
Air adalah merupakan kebutuhan utama bagi kehidupan untuk mempertahankan
keberadaan manusia, sehingga sudah sejak lama pula manusia pada masa itu
memanfaatkan sumber daya air yang tersedia di muka bumi. Dalam sejarah
telah banyak contoh peradaban yang berkembang melalui salah satu faktor
dalam perkembangan peradaban manusia ialah faktor dari pemanfaatan sumber
air dan pasokan air air yang dapat diandalkan. Sehingga peradaban tidak
dapat terlepas dari pemanfaatan atau pasokan air dalam menyokong kebutuhan
manusia kala itu.
Banyak referensi yang ada dalam literatur Weda berkaitan tentang
ketersediaan air tanah dan kegunaannya. Selama 3000 SM pengembangan air
tanah melalui sumur telah diketahui oleh orang-orang dari peradaban Lembah
Indus seperti yang diungkapkan oleh penggalian arkeologi di
Mohenjodaro. Mohenjo-daro adalah salah satu situs dari sisa-sisa permukiman terbesar
dari Kebudayaan Lembah Sungai Indus, yang terletak di provinsi Sind,
Pakistan. Dibangun pada sekitar tahun 2600 SM, kota ini adalah salah
satu permukiman kota pertama di dunia, bersamaan dengan peradaban Mesir
Kuno, Mesopotamia dan Yunani Kuno.
Kutipan dalam kitab suci Hindu kuno menunjukkan adanya pengetahuan tentang
siklus hidrologi bahkan sejauh
periode Veda. Deskripsi pertama tentang
raingauge atau merupakan alat yang digunakan untuk
mengukur curah hujan suatu wilayah dan penggunaannya tertulis dalam
Arthashastra oleh
Chanakya
(300 SM).
Brihatsamhita karya
Varahamihira (500-587 M) berisi deskripsi tentang raingauge, baling-baling angin, dan
prosedur prediksi curah hujan. Orang Mesir tahu pentingnya pengukuran
tahap sungai dan catatan tahapan Sungai Nil yang berasal dari tahun 1800
SM telah ditemukan. Pengetahuan tentang siklus hidrologi mulai dikenal di
Eropa jauh kemudian sekitar tahun 1500 M.
V. T. Chow
mengklasifikasikan sejarah hidrologi menjadi delapan periode :
1. Periode spekulasi - sebelum 1400 M
2. Periode pengamatan – 1400-1600
3. Periode pengukuran – 1600-1700
4. Periode eksperimen- 1700-1800
5. Periode modernisasi – 1800- 1900
6. Periode empirisme – 1900-1930
7. Periode rasionalitasi – 1930-1950
8. Periode teori - 1950 hingga saat ini
Sebagian besar ilmu hidrologi saat ini telah dikembangkan sejak tahun
1930, sehingga memberikan hidrologi status sebagai ilmu muda. Kegiatan di
seluruh dunia dalam pengembangan sumber daya air .
Posting Komentar untuk "Sejarah Hidrolika dan Hidrologi"
Posting Komentar